Sinergi Berbuah Manis! Teknologi Baru ICARE Jabar Bantu Petani Garut
Panen perdana kentang dalam Kegiatan Kreatif (Competitive Grant) Program ICARE sukses dilaksanakan pada Kamis (02/04/2026) di Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam penerapan inovasi penggunaan asam humat untuk mendukung peningkatan produktivitas kentang yang dilaksanakan sejalan dengan penerapan Good Agricultural Practices (GAP) di tingkat petani. Berdasarkan hasil ubinan, produktivitas panen kentang mencapai ubinan 55,4 ton per hektar.
Capaian ini tidak terlepas dari peran aktif petani pelaksana, Bapak Hari, yang menunjukkan tingkat kooperatif yang tinggi serta konsistensi dalam menerapkan teknik budidaya sesuai petunjuk teknis, termasuk prinsip-prinsip GAP seperti pengelolaan lahan, pemupukan berimbang, serta pengendalian organisme pengganggu tanaman secara tepat. Setelah sebelumnya sukses menggunakan asam humat lewat demplot BRMP tahun 2024, pada kegiatan CG kali ini memadukan penggunaan asam humat dengan Bacillus subtilis.
Dalam kegiatan panen ini, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Jawa Barat, Detia Tri Yunandar menyampaikan bahwa pendekatan budidaya yang diterapkan tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil, tetapi juga mengarah pada praktik yang lebih memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.
Selain peningkatan hasil panen, inovasi ini juga turut mendorong terwujudnya sistem budidaya kentang yang lebih berkelanjutan, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Keberhasilan panen perdana ini menjadi sinyal positif bagi pengembangan budidaya kentang yang lebih maju dan berdaya saing di masa mendatang.